Mampir Ke Tugu Khatulistiwa

March 18, 2008

dscn8271.jpgPerjalanan di Kalimantan Barat akhirnya membawa kami kepada Tugu Katulistiwa. Sebuah tugu yang di jadikan sebagai ikon kota Pontianak. Tugu ini terletak di Siantan, Pontianak Utara, sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Pontianak ke arah Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak.

Tugu ini menjadi istimewa karena tugu ini dibangun sebagai pertanda bahwa daerah ini dilewati garis katulistiwa, garis nol derajat. Hanya ada beberapa daerah saja di dunia ini yang dilewati oleh garis katulistiwa. Garis katulistiwa atau garis ekuator itu sebenarnya hanyalah rekaan manusia, tentu saja kalau kita kembali lagi pada pelajaran geografi di masa sekolah dulu. dscn8280.jpg

Dalam pelajaran geografi, Bumi diibaratkan dibagi menjadi dua bagian, yakni belahan utara dan belahan selatan. Dari pembagian itu, dapat dikatakan Kota Pontianak berada persis di tengah-tengah garis imajiner tersebut.

Peristiwa yang paling menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadi kulminasi, yakni Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu bayangan tugu “menghilang” beberapa detik, meskipun diterpa sinar Matahari. Kita yang berdiri di sekitar tugu juga akan hilang bayangannya selama beberapa saat.

Titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Bagi masyarakat Kalbar, peristiwa alam ini menjadi tontonan menarik sehingga menjelang kulminasi Matahari.

dscn8295.jpgBerdasarkan prasasti terdapat di dalam kompleks Tugu Khatulistiwa, dikisahkan pada 31 Maret 1928 satu ekspedisi internasional yang dipimpin ahli geografi berkebangsaan Belanda datang ke Pontianak untuk menentukan titik khatulistiwa.

Pada tahun itu juga dibangun tugu pertama berbentuk tonggak tanda panah kemudian disempurnakan pada tahun 1930. Setelah itu, arsitek Silaban (1938) menyempurnakan dan membangun tugu yang baru dengan empat tonggak kayu belian menopang lingkaran dengan anak panah penunjuk arah setinggi sekitar 4,40 meter.

Baru kemudian, pada tahun 1990, tugu direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu yang asli. Di atas kubah dibuatlah duplikat tugu berukuran lima kali lebih besar dibandingkan dengan tugu yang aslinya.

Peresmian dilakukan 21 September 1991 meski, setelah diukur kembali pada Maret 2005 dengan alat global positioning system (GPS), titik lintang nol derajat ternyata berada sekitar 117 meter ke arah Sungai Kapuas, dari tugu yang sekarang berdiri.

Tak ada seorangpun yang menyambut kedatangan kami, ketika kami tiba di kompleks tugu ini. Mungkin masih terlalu pagi, atau memang demikian keadaannya. Namun dari jauh tiba-tiba nampak tukang pakir yang mendekati mobil kami, mempersilahkan kami untuk pakir.

dscn8284.jpgSesaat kami mengamati suasana sekitar. Tugu ini benar-benar tidak terawat sama sekali. Bukankah tempat ini sebagai ikon kota Pontinak, lantas kenapa keadaannya sedemikian parah?

Keadaan yang demikian tidak menyurutkan niat kami untuk mengambil beberapa foto. Awalnya kami tidak dapat masuk ke dalam ruangan dimana di letakan tugu aslinya, tapi setelah beberapa saat baru kami mengetahui bahwa di ruangan itu sudah ada orangnya. Lantas kamipun dapat masuk juga.

Tidak memerlukan waktu terlalu lama di dalam untuk melihat tugu aslinya. Setelah mengambil beberapa foto akhirnya kamipun bergegas meninggalkan ruangan itu.

Sayang sekali memang sebuah tugu yang seharusnya dijadikan tempat istimewa dan dapat menarik wisatawan untuk datang tapi tidak dirawat dengan sebaik mungkin. Tak heran bila warga setempatpun menganggap tugu ini aja sebagai seonggok tugu saja, tidak ada yang istimewa sama sekali.


Piknik ke TMII

March 12, 2008


100_0596.jpgTaman Mini Indonesia Indah….siapa sih yang nggak tau nama itu? Mungkin namanya sudah sangat familiar sekali apalagi dulu ketika TVRI masih berjaya sering sekali nonggol di TV, tapi apakah yang tau namanya itu pernah kesana?? Belum tentu.

Bagi mereka yang tinggal di Jakarta mungkin sudah sering sekali lewat daerah tersebut tetapi untuk masuk??? Belum pasti juga ya. Tapi untuk yang dari daerah, Taman Mini sering juga di jadikan sebagai salah satu tempat tujuan wisata di samping Monas tentunnya.

dsc01185.jpgTaman Mini Indonesia Indah atau TMII bisa di bilang sebagai miniaturnya Indonesia. Disana ada rumah-rumah adat dari seluruh propinsi yang ada di Indonesia yang sudah sulit sekali dapat kita temui. Kalau ingin tau banyak soal kekayaan kebudayaan Indonesia, mungkin tempat ini menjadi salah saru lokasi yang layak untuk di kunjungi.

100_0586.jpgKetika mengunjungi tempat ini mesti menyediakan tenaga yang ekstra, maklum banyak sekali tempat yang harus di kunjungi dan itu sangat luas sekali. Lebih enak sih jalan kaki, karena bisa mampir di setiap anjungan. Bayangkan saja kalau di Indonesia ini ada 33 propinsi, maka anjungan yang bisa di kunjungi sama dengan jumlah propinsi yang ada. Belum lagi setiap anjungan bisa sangat luas sekali.100_0587.jpg

Bagi yang hobi berfoto, semua tempat di sini layak untuk di foto, apalagi antara satu rumah dan rumah yang lainnya selalu berbeda. 100_0526.jpgBelum lagi tempat-tempat yang lainnya. Kalau misalnya era foto digital belum ada jadi kebayang berapa banyak rol film yang mesti di habiskan untuk mengabadikan yang ada di dalam tempat ini.

Hari minggu mungkin menjadi hari yang tepat untuk menikmati tempat ini. Yah mungkin akan sangat ramai sekali, tetapi karena tempatnya sangat luas sekali maka keramaian itu tak akan begitu terasa. Di samping itu beberapa anjungan akan mengadakan acara sendiri-sendiri berupa pertunjukkan kesenian daerah masih-masing. Makanya tak salah bila mengunjungi tempat ini di hari minggu.100_0581.jpg

Mungkin di butuhkan waktu sehari penuh untuk dapat menikmati seluruh isi yang ada di tempat ini. Ketika masuk ke tempat ini kita betapa mengaguminya betapa Indonesia ini kaya dengan kebudayaan. Banyak sekali yang dapat kita pelajari di sini.

dsc01292.jpgBagiku sudah beberapa kali melakukan kunjungi ke tempat ini, tapi masih banyak orang yang tinggal di Jakarta dan sudah bertahun-tahun tinggal di Jakarta belum pernah menginjakan kakinya di Taman Mini Indonesia Indah. Tenpat ini bisa dijadikan alternatif tempat wisata dan buat belajar tentu saja.

Beberapa minggu yang lalu aku kembali mengadakan kunjungan ke tempat ini, dan kekaguman atas kekayaan akan budaya negeri ini masih terus ada, dan waktu yang adapun tidak cukup untuk dapat memasuki semua rumah adat yang ada, yang tertinggal hanyalah kenangan yang diabadikan lewat foto-foto ini tentunya.

 

dsc01198.jpg

pic_0011.jpg


Keindahan Di Atas Bukit

January 24, 2008

Barisan anak-anak tangga itu membawa kita kepada sebuah keindahan yang tersembunyi. Keindahan sebuah bangunan tua dimasa lalu. Sebuah kerajaan diatas bukit.

Candi Boko atau Ratu Boko  itulah nama keindahan itu. Sebuah keindahan diatas puncak bukit. Walau tinggal puing-puing tapi keindahan dari masa lalu itu masih terlihat dengan jelas.

Bangunan itu sudah ada sejak beratus-ratus tahun yang lalu. Konon dahulu kala sebuah kerajaan nan megah berada disana. Penduduknya hidup dengan tentram dan damai.

Kini puing-puing itpun masih tetap berdiri dengan megahnya. Konon bangunan itu terbuat dari kayu-kayu, dan sekarang bangunan itu hanya tersisa batu-batu sisa pondasi. Pintu gerbang masih berdiri dengan kokohnya, mungkin karena dulunya untuk pertahanan sehingga terbuat dari batu-batu yang indah.

Disebelah kanan pintu gerbang ada bangunan yang masih kokoh juga, candi pembakaran namanya. Dahulu kala disanalah mayat-mayat itu dibakar. Aroma mistik begitu terasa disana, mungkin karena dahulu kala digunakan sebagai candi pembakaran maka sering kali orang yang datang juga membakar kemenyan disana.

Di atas candi pembakaran ini kita dapat melihat indahnya matahari terbenam diatas kota Yogyakarta. Dan dari atas bukit sebelah candi prambanan ada tempat dimana kita dapat melihat betapa megahnya Candi Prambanan.

Candi Prambanan dibuat oleh Ratu Boko, sebagai persembahan terhadap perempuan yang dicintai. Dikomplek Candi Prambanan ini ada juga candi Sewu dan Patung Roro Jongrang, perempuan yang konon katanya membuat Ratu Boko tergila-gila sehingga berdirilah Candi itu.

Di atas bukit ini kita dapat menemukan kedamaian. Kesejahteraan kehidupan dimasa lalu nampak jelas dari sisa-sisa peninggalan kerajaan ini. Teryang sudah betapa indahnya kerajaan ini pada masa lalu, masa kejayaannya.

Candi Boko memang sebuah keindahan yang berada diatas bukit dan sebuah keindahan yang tersembunyi dari keramaian.