Kung fu Panda: Si Gendut yang Kocak

June 24, 2008

Akhirnya dapat juga nonton film ini. Ya maklum saja film ini menjadi salah satu film yang ditunggu-tunggu tentu saja. Sangat menghibur dan kocak.

Di tengah gencarnya penayangan film berbau hantu-hantuan seperti Pocong, Pulau Hantu dan semacamnya tentu film ini menjadi beda.

Memang benar film ini tidak dapat dibandingkan dengan buatan dalam negeri, tapi kalau memang punya usaha kenapa tidak. Lihat saja film-film dalam negeri lebih sering yang berbau hantu-hantuan.

Kalau kita kembali ke film tahun 1980-an tentu sangat jauh sekali. Pada jaman itu sudah banyak film bagus bermunculan dan banyak juga film-film kolosal yang dihasilkan. Bagaimana dengan sekarang banyak film hantu-hantuan. Tapi kungfu panda…sangat menghibur sekali.

Jago kung fu identik dengan tubuh kurus untuk memudahkan melakukan berbagai jurus. Tapi, bagaimana jika sang jago kung fu berbadan gendut dengan perut besar, seperti seekor panda bernama Po.

Po (Jack Black) adalah seekor panda pemimpi dan doyan makan. Dia memiliki keinginan menjadi jago kung fu. Impiannya itu nyaris pupus, karena obsesi ayah Po yang berharap dia bisa fokus meneruskan usaha keluarga, yaitu sebagai penjual mie.

Suatu hari, kesempatan menjadi jago kung fu terbuka. Istana Giok, tempat berkumpul dan menuntut ilmu para jago kung fu di Valley of Peace mencari Pendekar Naga yang masih menjadi misteri.

Pencarian Pendekar Naga merupakan rencana Oogway (Randall Duk Kim), master kung fu di Istana Giok. Dia berharap, setelah Pendekar Giok ditemukan, Istana Giok dan Gulungan Naskah Naga yang menjadi incaran jago kung fu jahat bernama Tai Lung (Ian McShane), bisa diselamatkan.

Po yang mengetahui pencarian tersebut, langsung meninggalkan kedai mie ayahnya dan menuju Istana Giok. Sayang, tubuhnya yang gendut membuat Po lambat bergerak. Alhasil, Po terlambat dan pintu gerbang Istana Giok keburu ditutup. Sementara, semua penduduk desa sudah berada di dalam.

Segala upaya dilakukan Po untuk bisa masuk dan melihat siapa yang terpilih sebagai Pendekar Naga. Tentunya, usaha yang dilakukan Po adalah usaha yang konyol dan menggelikan. Seperti berusaha melompati pagar menggunakan bambu yang dilontarkan, hingga menyalakan banyak mercon agar dirinya bisa terlempar ke dalam, begitu mercon meledak.

Beruntung, usaha Po masuk dengan mercon sukses dan Po berhasil masuk. Tak disangka, ternyata Po-lah yang ditunjuk Oogway sebagai Pendekar Naga. Senang bercampur bingung, Po menerima keputusan Oogway.

Sayang, teman Oogway, Shifu (Dustin Hoffman) yang juga master kung fu di Istana Giok tidak setuju dengan keputusan itu. Dia merasa, muridnya yaitu Tigress (Angelina Jolie) yang berhak dipilih. Sebab, Tigress jauh lebih sempurna sebagai pendekar kung fu.

Segala upaya dilakukan Shifu, untuk meyakinkan Po bahwa dia tidak pantas menjadi Pendekar Naga. Termasuk membuat Po kapok dengan kung fu. Tapi, sekuat apapun usaha Shifu, Po justru semakin yakin dia mampu menjadi jago kung fu.

Suatu malam, di penghujung ajal Oogway, dia berusaha membuat Shifu yakin atas keputusan dirinya memilih Po sebagai Pendekar Naga. Akhirnya, Shifu pun yakin dengan pilihan Oogway.

Sayang, saat Shifu yakin justru Po sebaliknya. Dia menyerah dan ingin meninggalkan Istana Giok, begitu mengetahui dirinya harus menghadapi Tai Lung. Po seakan tidak peduli lagi dengan impian seumur hidupnya itu.

Bagaimana nasib Istana Giok dan Gulungan Naskah Naga tanpa bantuan Pendekar Naga? Lalu, siapa yang akan menyelamatkan penduduk Valley of Peace dari ancaman Tai Lung?

Temukan jawabannya hanya di film layar lebar Kung Fu Panda. Film ini siap rilis di bioskop Tanah Air mulai 13 Juni 2008.

Kung Fu Panda merupakan film animasi keluarga yang sangat menghibur. Aksi Po, si panda gendut yang kocak mampu mengocok perut para penonton.

Selain itu, Kung Fu Panda juga menyiratkan pesan moral. Yaitu, dengan rasa yakin dan percaya bahwa kita mampu melakukan sesuatu, maka keberhasilan berada dalam genggaman.

Sesuai dengan temanya yaitu kung fu, film animasi yang disutradari Mark Osborne dan John Stevenson ini mengambil setting di China. Semua karakter yang ditampilkan adalah binatang.

Judul:
Kung Fu Panda

Genre:
Komedi/Drama/Keluarga

Durasi:
92 menit

Sutradara:
Mark Osborne dan John Stevenson

Pemain/Pengisi suara:
Jack Black, Randall Duk Kim, Ian McShane, Dustin Hoffman, Angelina Jolie, Jackie Chan, Lucy Liu

Produksi:
DreamWorks Animation


10.000 BC: Kisah Cinta Zaman Purba

March 13, 2008

10bcp2.jpgCinta dan kata-kata indah untuk mengungkapkannya tidak hanya dialami manusia modrn. Konon keindahan cinta pun telah merebak sejak 10.000 SM. Maka, ketika gadis bermata biru bernama Evolet membuat D’leh jatuh cinta, kata-kata indah pun berhampuran untuknya. “Kaulah cahaya di hatiku” ujar D’leh

Kisah cinta itulah yang menjadi bara dalam film 10.000 BC. D’leh terus memelihara cintanya untuk Evolet. 10bc5.jpg

Namun untuk menjadikan Evolet miliknya, D’leh harus bersaing dengan pemuda lainnya. , Caranya, tentu ala zama purba. Siapapun yang menancapkan tombaknya di tubuh mammoth – gajah primitif yang jauh lebih besar dari gajah serta berbulu tebal – memperoleh haknya atas Evolet dan menjadi pemimpin suku Tagahl.

10bc12.jpgD’leh lantas keluar sebagai pemenang. Akan tetapi, peramal desa mengkhawatirkan hal itu. Ia belum percaya D’leh sanggup memimpin sukunya menghadapi kekuatan yang lebih besar dari pata mammoth.

Suatu ketika sekawanan penjahat berkuda datang ke desa suku Yagahl. Mereka menculik para pemuda termasuk Evolet yang menawan.

Setelah mereka pergi, D’leh bersama bekas ketua suku Yagahl, Tic ‘Tic dan beberapa pemuda lain bertekad mencari anggota sukunya yang ditawan. Dari gunung es, mereka turun menyusuri hutan. Dalam petualangannya, pemuda lain bahkan ikut tertangkap menyisakan D’leh berdua dengan Tic ‘Tic. 10bc6.jpg

Kendati tinggal bedua mereka terus berjalan. Setibanya padang gurun D’leh terperosok di dalam lubang bersama seekor macan bergigi taring. Sang macan terjerat perangkap manusia di dalam lubang, D’leh yang iba lantas membebaskan macan itu. Ketika melanjutkan perjalanan D’leh dan Tic ‘Tic sampai ke kampung suku berkulit hitam.

10bc-1.jpgTak disangka, macan yang sama menyerang kampung, D’leh yang mengenal macan itu lalu ‘berbicara’ dengannya. Meminta supaya macan besar tersebut pergi baik-baik. Teryata, bagi suku kulit hitam, kemampuan D’leh berbicara dengan macan adalah bukti datangnya pemburu besar. Sesuai ramalan orang bijak suku mereka.

Jadilah, D’leh mempimpin berbagai suku kulit hitam. Semua dipimpinnya menyerang para penculik yang berada di gunung para dewa. Para penculik itu teryata menyekap ribuan orang untuk dijadikan budak demi pembangunan kuil bagi dewa-dewa.

Dari judulnya dapat di tebak tentunya gambar yang akan muncul. Sang sutradara dapat menghadirkan gambar itu dengan paparan yang sangat gamblang. Maka hadirlah binatang-binatang purba yang sangat besar dan suku-suku kuno – mulai dari suku berbadan pendek, suku yang menyempalkan gading di dagunya, hingga suku yang tinggal di semak-semak. Serta aksi jagoan manusia purba.

10bc10.jpgPenonton serasa melihat alam saat manusia belum merusaknya. Gunung es yang nampak begitu dingin dan ganasnya sampai gurun pasir yang menyesatkan.

Kemunculan binatang-binatang purba yang sangat besarpun membawa penonton untuk berkhayal kalau saja binatang sebesar itu masih ada saat ini.

Di akhir cerita film ini agak mengecewakan, karena ada ke san dipaksakan agar dapat happy ending. Selamat menonton film ini ya munpung masih di putar di bioskop tentunya.


Otomatis Romantis: Menikah Itu Sebuah Pilihan

January 25, 2008

“Usiamu sekarang sudah 29 tahun nduk, kamu sudah dikejar deadline untuk menikah, lantas kapan kamu mau menikah, nanti dibilang perawan tua, nanti kiwir-kiwir”

Kata-kata itu meluncur begitu saja dari seorang ayah kepada putrinya yang ketika hari itu merayakan hari ulang tahunnya yang ke 29. Adegan ini dapat kita temukan dalam film terbaru dari Tora Sudiro dan Marsha Timoty, “Otomatis Romatis”

Film komedi ini mencoba menyeritakan sebuah keluarga dengan tiga orang putrinya yang menurut salah satu puteri dari keluarga itu merasa mendapat kutukan karena mereka gadis-gadis yang cantik akan mendapatkan jodoh yang jelek, jauh dari tanpang cakep.

Semua terlihat ketika salah satu dari mereka menikah dengan seorang yang sangat jelek tetapi kaya raya. Selain itu seorang adiknya juga berpacaran dengan seorang cowok yang yang jauh dari cakep. Semua berawal juga karena ayahnya yang tidak cakep menikah dengan ibunya yang lumayan cantik.

Banyak adegan-adegan yang tidak masuk akal di dalam film ini, misalnya ketika Dave (Tukul Arwana) berbicara dia selalu memoncongkan bibirnya yang memang sudah moncong itu. Semua keluar dari inti cerita karena sebagai seorang yang kaya raya tetapi kelakuaannya benar-benar sebagai orang miskin dan tidak terpelajar.

Banyak adegan-adegan yang dimaksudkan untuk membuat komedi dari film itu terasa, tapi menjadi terkesan garing. Semua terkesan serba dipaksakan, mulai dari dialog dan gerak pemainnya.

Film ini juga seakan ingin mengkukuhkan bahwa perempuan itu materialistis, mereka mau menikah dengan siapa saja, walau tanpang sangat jelek asal dia kaya. Sebuah pelecehan terhadap perempuan tentu saja.

Dalam film-film komedi atau lawak selalu saja perempuan direndahkan. Mereka selalu dijadikan pemuas nafsu belaka dan menunjukan bahwa kekuasaan itu ada pada lelaki.

Apakah memang seperti itu perempuan Indonesia? Mereka materialistis? Tentu saja tidak benar, mereka mempunyai pilihan, mereka dapat memutuskan.

Lantas bagaimana dengan pernikahan? Apakah menikah itu sebuah keharusan? Atau sebuah pilihan? Perempuan harus sudah menikah ketika dia memasuki usia 29 tahun kalau tidak maka sebutan perawan tua itu akan melekat pada namanya.  Bukankah menikah atau tidak itu menjadi sebuah pilihan, baik bagi perempuan maupun laki-laki.

Tapi ketika orang tua sudah memaksakan kehendaknya bahwa ketika berumur 29 tahun maka seorang gadis sudah harus menikah apakah itu bukan sebuah wujud pelanggaran hak asasi manusia?

Menikah adalah pilihan, kapan dia mau menikah atau tidak menikah, tidak ada paksaan dari siapaun.