Nonton Wayang

Duduk di depan pangung yang didirikan diantara dua rumah. Pangung sangat sederhana menghadap ke jalan raya. Alunan gending jawa terus saja mengiringi jalanya acara. Dalang dari tadi telang memainkan wayang-wayang yang terbuat dari kulit. Gunungan besar telah dikeluarkan, memberi tanda bahwa pertunjukan masuk pada babak goro-goro. Namun sangat disayangkan kalo melihat penonton yang ada. Seringkali penontontidak berantusias ketika ada pertunjukan seperti ini, kampungan katanya. Anak-anak remaja lebih senang nonton dangdutan ato acara sejenisnya. Miris rasanya, jangan sampe kebudayaan ini hilang begitu saja. Tugas pemuda-pemuda itu sebenarnya memelihara kebudayaan ini, tapi kalo sudah dinilai kampungan gmana, sayang sekali memang.

Leave a Reply