Lembaran soal dibagikan. Demikian pula dengan lembar jawaban. Satu demi satu soal dibaca dengan teliti, coba tuk dicerna dengan pasti. Bulatan demi bulatan yan berada dilebmbar kertaspun satu demi satu dihitamkan. Berharap itulah jawaban yang tepat. Suasasana sepi. Remua orang fokus dengan lembaran-lembaran kertas yang ada di depanya. Tiada satupun yang bersvara kecuali kesekan kertas atau derit kursi yang ditarik. Pengawas, dengan matanya yang awas mengamati dengan seksama, berharap menemukan mangsa, mencari seseorang yang coba berbuat curang atas soal-soal yang ada dihadapanya. Waktu terus berlalu, ratu demi ratu mereka meninggalkan kertas ujiannya serta meninggalkan asa di kertas itu yaitu sebuah nilai yang memuaskan tetunya, jika keberhasilan itu di ukur dengan angka.
Menikmati Pagi
November 1, 2008Duduk di teras dengan ditemani segelas teh manis hangat. Matahari mulai menebar pesonanya, membagikan kehangatanya. Lalu lalang pedagang sayur memberi nuansa sendiri, seakan ingin juga bertanya makan apa hari ini? Ajakan seorang teman untuk joging seperti biasapun aku tolak. Rasa engan beraktifitas masih menjadi sindrom sabtu pagi. Segelas teh manis hangat masih menjadi temanku menikmati pagi ini, menyaksikan sambil menyaksikan orang mulai dengan kesibukanya.
Posted by cous2
Posted by cous2